Naruto Uzumaki - Vertical Select | Pengetahuan

Senin, 12 Februari 2018

Fungsi Hati dalam Sistem Ekskresi pada Manusia

Fungsi Hati dalam Sistem Ekskresi pada Manusia


Hepar atau yang biasa disebut dengan hati merupakan organ yang sangat penting dalam tubuh manusia. Hati sendiri merupakan kelenjar terbesar yang terdapat di dalam tubuh manusia. Selain hati, di dalam tubuh manusia juga terdapat beberapa macam kelenjar yang memiliki fungsinya masing – masing diantaranya ada kelenjar mamae,kelenjar getah bening, dan kelenjar tiroid, namun hati inilah merupakan yang paling vital. ( Baca : Fungsi Kelenjar Getah Bening pada Tubuh Manusia )
Ciri – Ciri dan Letak Hati
Beberapa ciri – ciri hati berikut mungkin akan membuat kita lebih paham tentang organ hati itu sendiri, diantaranya yaitu :
  1. Letak hati di dalam tubuh manusia yaitu di bawah diafragma dalam rongga perut di sebelah kanan atau lebih tepatnya di sebelah kanan atas abdomen. Yang terpenting letak hati itu bukan di sebelah kiri dada ya, atau kalo orang sakit hati itu biasanya megang – megang dada sebelah kiri itu salah, itu disitu posisi jantung hehe,
  2. Hati berwarna merah cokelat,
  3. Hati memiliki berat kurang lebih 1,47 kg,
  4. Hati memiliki banyak pembuluh darah yang lunak,.
Struktur Hati dan Fungsinya
Hati sendiri memiliki beberapa bagian atau lebih sering dikenal dengan sebutan lobus. Hati ini memiliki empat bagian lobus, ada dua lobus utama yang terdiri dari lobus kanan dan lobus kiri. Lobus kanan lazimnya memiliki ukuran yang lebih besar. Lalu ada dua lobus lagi yang berukuran kecil dan letaknya di belakang lobus utama sebelah kanan. Di dalam setiap lobus sendiri terdapat unit multi – sisi yang disebut lobulus. Untuk lebih lengkapnya , berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai struktur hati dan fungsinya :
  1. Lobus kanan dan lobus kiri, seperti yang sudah dijelaskan di pengantar, salah satu struktur hati yaitu lobus kanan dan lobus kiri. Di lobus kanan dan lobus kiri inilah merupaka tempat pemrosesan utama pada hati . Di sini dihasilkan empedu yang berfungsi sebagai penawar racun.
  2. Lobulus, seperti yang sudah dijelaskan juga di pengantar bahwa hati juga memiliki unit multi sisi yang disebut lobulus, yang tepatnya terletak di dalam lobus. Di dalam hati sendiri terdapat sekitar 50.000 sampai dengan 100.000 lobus dan di setiap lobus terdiri dari vena sentral yang dikelilingi sel – sel hati kecil.
  3. Vena Sentralis, vena ini terdapat dibagian pusat dari lobulus.
  4. Vena Hepatica, pembuluh darah ini berfungsi dalam mekanisme peredaran darah yaitu untuk mengangkut darah yang telah disaring oleh hati menuju ke vena kava inferior.
  5. Lakuna, lakuna merupakan sekat yang memisahkan antara lobulus yang satu dengan lobulus yang lainnya.
  6. Kantung empedu, bagian ini berfungsi sebagai reservoir penyimpanan untuk empedu. Untuk lebih lengkapnya baca artikel berikut : Fungsi Kantong Empedu dan Fungsi Empedu
Fungsi Hati dalam Sistem Ekskresi Manusia
Setelah diatas dibahas mengenai ciri – ciri hati, letak hati, serta struktur – struktur dan fungsi dari struktur tersebut, kali ini akan masuk ke pembahasan utamanya yaitu fungsi hati dalam sistem ekskresi manusia. Sistem ekskresi sendiri bukan hanya hati, ada beberapa diantaranya yaitu kulit, paru – paru,ginjal, dan hati itu sendiri. Berikut ini beberapa fungsi hati di dalam sistem ekskresi manusia :

  1. Menetralkan racun atau detoksifikasi, ini merupakan fungsi hati yang paling penting. Hal ini akan membuat tubuh terhindar dari racun –  racun yang berada di dalam tubuh manusia. Racun yang diserap oleh hati nantinya akan dibuang melalui urine Jika hati sudah tidak berfungsi lagi, maka racun – racun tersebut tidak mampu dibuang atau dinetralkan oleh tubuh, dan akan menimbulkan sangat banyak penyakit. Diantaranya yaitu liver atau biasa disebut dengan penyakit kuning, dimana fungsi hati dalam menetralkan racun telah rusak.
  2. Merombak sel – sel darah merah yang sudah tua. Hasil perombakan sel darah merah itu yaitu globin, zat besi, dan heme. Untuk zat besi dan globin sendiri akan diproses ulang untuk menghasilkan hemoglobin yang baru, yang dapat digunakan oleh tubuh kembali. Sedangkan untuk heme itu sendiri, akan dirubah menjadi bilirubin da biliverdin yang nantinya akan dioksidasi di usus menjadi urobilin yang berguna sebagai zat warna urin dan feses. Untuk fungsi sel darah merah dapat dibaca di artikel berikut fungsi sel darah merah.
  3. Menghasilkan empedu, selain fungsi di atas. Salah satu fungsi utama dari hati itu sendiri yaitu untuk menghasilkan empedu. Empedu ini mengandung asam empedu yang berfungsi untuk membantu penyerapan usus dan vitamin A ,D, E, K yang larut dalam lemak. Nantinya empedu yang terbentuk akan disimpan di dalam kantong empedu.Empedu ini merupakan getah hasil dari perombakan sel darah merah yang terdiri dari dua komponen utama yaitu garam empedu dan zat warna empedu. Selain itu, empedu mengandung kolesterol dan juga garam mineral. Fungsi empedu sendiri diantaranya sebagai aktivator dari enzim lipase dan juga untuk mencerna lemak agar mudah diserap oleh tubuh. Untuk lebih lengkapnya dapat dibaca di artikel lain yaitu Fungsi Empedu pada Manusia.
  4. Mensintesis beberapa zat, selain sebagai tempat untuk menghasilkan empedu Hati juga berfungsi dalam sintesis zat. Hal ini dikarenakan hati mengeluarkan beberapa enzim yang salah satunya adalah enzim arginase. Enzim ini berfungsi untuk mengubah arginin menjadi urea dan ornifi yang dapat meningkatkan NH3 dan CO2.
  5. Metabolisme dan menyimpan karbohidrat, digunakan sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan glukosa dalam darah.
  6. Menghasilkan Urea dan Amonia, kedua zat tersebut merupakan zat sisa dari hasil perombakan protein. Kedua zat tersebut bersifat racun dan seharusnya dikeluarkan dari dalam tubuh. Nantinya kedua zat tersebut akan dikeluargan oleh tubuh melalui urin. Urin sendiri dihasilkan melalui proses filtrasi darah. Proses ini terjadi di ginjal, karena memang proses menghasilkan urin itu sendiri juga terjadi di dalam ginjal. Di dalam hati sendiri kedua zat ini terbentukketika tubuh kelebihan asam amino. Dimana asam amino ini akan diproses melalu proses yang disebut deaminasi. Yang nantinya kembali lagi ditegaskan bahwa kedua zat itu dibuang baik melalui feses ataupun urin melalui proses lebih lanjut lagi.
  sumber:https://dosenbiologi.com/manusia/fungsi-hati-dalam-sistem-ekskresi

Read More ->>

Sistem Ekskresi Paru-paru Pada Manusia

Sistem Ekskresi Paru-paru Pada Manusia


Sistem ekskresi merupakan sistem yang mengatur pembuangan zat-zat sisa  yang tidak digunakan dan bersifat racun dari dalam tubuh. Zat sisa ini didapatkan dari hasil metabolisme tubuh. Setiap hari manusia mengonsumsi makanan makanan yang akan dicerna melalui sistem pencernaan pada manusia. Zat makanan kemudian diedarkan oleh alat peredaran darahke seluruh tubuh.

Struktur Paru-Paru
Namun zat yang dikonsumsi bukan hanya zat nutrisi yang dapat digunakan tubuh. Zat seperti alkohol dan obat-obatan yang bersifat racun juga ikut diedarkan darah. Disinilah organ sistem ekskresi berperan penting dalam pembuangan zat racun dari tubuh. Apabila terjadi kelainan pada sistem ekskresi manusia, maka tubuh tidak bisa mengeluarkan zat sisa metabolisme dari tubuh secara optimal. Organ yang termasuk dalam sistem ekskresi pada manusia adalah hati, paru paru , ginjal, dan kulit. Berikut adalah pembahasan mengenai sistem ekskresi paru-paru
Paru-paru merupakan organ penting dalam sistem pernafasan mamalia dan manusia. Letak paru-paru pada manusia adalah di dalam rongga dada bagian kiri dan kanan. Paru-paru bagian kiri lebih kecil dibandingkan dengan bagian kanan karena adanya jantung pada rongga dada sebelah kiri atas. Apabila ukuran dua bagian paru-paru ini sama besarnya maka rongga dada akan sesak dan mengganggu cara kerja jantung
Struktur dan bagian bagian paru paru kanan dan kiri antara lain:
  • Trakea – lanjutan saluran nafas dari laring, sebagai perantara antara laring dan bagian paru paru lain. Trakea juga sebagai batas antara sistem respirasi bagian bawah dan bagian atas. Sistem respirasi bagian atas diantaranya bagian bagian hidung dan laring.
  • Bronkus – sering disebut sebagai percabangan dari trakea. Fungsi bronkus adalah mengeluarkan benda asing dan kotoran yang masuk dalam saluran pernafasan. Fungsi ini dilakukan oleh silia yang ada pada dinding bronkus. Bronkus primer adalah percabangan pertama dari trakea, terdiri dari bronkus primer dekstra (bronkus yang mengarah pada paru paru kanan) dan bronkus primer sinistra (bronkus yang mengarah pada paru paru kiri). Selanjutnya percabangan bronkus akan menjadi bronkiolus.
  • Lobus – paru paru dibagi dalam beberapa lobus. Paru paru kanan memiliki tiga lobus sedangkan paru paru kiri memiliki dua lobus. Lobus pada paru paru kanan dipisahkan oleh patahan miring (Oblique fissure) dan patahan lurus (horizontal frissure). Sedangkan paru paru kiri hanya dipisahkan oleh patahan lurus.
  • Alveolus – disebut juga dengan kantung udara yang muncul dari bronkiolus. Fungsi alveolus adalah sebagai tempat pertukaran udara.
  • Pleura – merupakan selaput tipis yang menyelebungi paru paru. Ada dua jenis pleura, yaitu pleura viserali (selaput yang membungkus paru paru) dan pleura parietal (selaput yang melapisi rongga dada). Diantara dua selaput ini terdapat cairan yang berfungsi sebagai pelumas untuk menghindari gesekan antara paru paru dan dinding dada.

Paru-paru dalam Sistem Ekskresi

Setiap bagian paru paru memiliki fungsinya masing masing dalam sistem pernafasan pada manusia dan sistem respirasi manusia. Istilah pernafasan dipakai untuk menunjukkan kegiatan menghirup dan mengeluarkan udara dari dalam tubuh. Sedangkan respirasi oleh paru paru digunakan untuk menunjukkan pertukaran oksigen dengan karbondioksida dan uap air. Disinilah paru paru berperan sebagai organ sistem ekskresi paru paru yaitu dalam pembuangan karbondioksida dan uap air ke luar tubuh.
  1. Mekanisme Pernafasan
Mekanisme pernafasan pada manusia ada 2 macam yaitu pernafasan dada dan pernafasan perut. Kedua mekanisme pernafasan ini memiliki fase yang sama yaitu fase inspirasi dan ekspirasi. Pada pernafasan dada, pernafasan terjadi oleh bantuan tulang rusuk. Tahapan pernafasan dada diuraikan sebagai berikut:
  • Fase inspirasi – pada fase inspirasi pernafasan dada, otot rusuk (muskulis intercostalis eksternal) berkontraksi. Hal ini menyebabkan tulang rusuk terangkat dari keadaan normal. Sesuai dengan prinsip tekanan, semakin besar volume maka tekanan yang dimiliki mengecil. Sehingga tekanan udara dalam paru paru mengecil. Akibatnya udara masuk ke dalam paru paru.
  • Fase ekspirasi – pada fase ekspirasi pernafasan dada, otot rusuk relaksasi yang menyebabkan tulang rusuk yang tadinya terangkat saat fase inspirasi kembali dalam keadaan semula. Hal ini menyebabkan volume paru paru mengecil dan tekanan membesar. Akibatnya udara keluar dari paru-paru.

Sedangkan dalam mekanisme pernafasan perut, yang berperan adalah otot diafragma. Fungsi diafragma sendiri adalah sebagai pembatas antara organ dalam rongga dada dan perut. Tahapan dalam pernafasan perut diuraikan sebagai berikut:
  • Fase inspirasi – pada fase inspirasi pernafasan perut, otot diafragma berkontraksi. Hal ini menyebabkan otot diafragma mendatar dan paru paru mengembang. Sesuai dengan prinsip tekanan, semakin besar volume maka tekanan yang dimiliki mengecil. Sehingga tekanan udara dalam paru paru mengecil. Akibatnya udara masuk ke dalam paru paru.
  • Fase ekspirasi – pada fase ekspirasi pernafasan perut, otot diafragma relaksasi yang menyebabkan otot diafragma yang tadinya mendatar kembali melengkung. Hal ini menyebabkan volume paru paru mengecil dan tekanan membesar. Akibatnya udara keluar dari paru-paru.
  1. Ekskresi Karbondioksidan dan Uap Air
Ekskresi karbondioksida dan uap air erat kaitannya dengan sistem pencernaan pada manusia dan sistem sirkulasi pada manusia. Zat nutrisi yang dicerna dari makanan oleh sistem pencernaan tubuh diubah menjadi energi untuk digunakan oleh tubuh. Zat nutrisi diedarkan melalui darah ke sel sel seluruh tubuh. Didalam sel tubuh, energi digunakan bersama dengan oksigen dan berubah menjadi karbondioksida dan uap air sebagai hasil metabolismenya.

Hemoglobin dalam darah sangat berperan dalam kegiatan ini. Hemoglobin dalam sel darah merah digunakan sebagai alat untuk mengikat dan memindahkan oksigen dan karbondioksida. Fungsi hemoglobin ini memungkinkan terjadinya pertukaran gas, khususnya dalam alveoli paru paru. Mekanisme pertukaran gas ini dijelaskan sebagai berikut:
  • Karbondioksida hasil metabolisme sel diikat oleh hemoglobin atau terlarut dalam plasma darah dengan membentuk ion bikarbonat. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim karbonik anhidrase.
  • Darah yang kaya karbondioksida masuk ke dalam jantung dan kemudian dialirkan menuju paru paru.
  • Saat darah ada dalam pembuluh kapiler di paru paru dan berdekatan dengan alveoli, terjadilah difusi. Difusi adalah proses perpindahan molekul gas dari konsentrasi tinggi ke konsentasi rendah.
  • Sel darah memiliki konsentrasi gas karbondioksida yang lebih tinggi sehingga dipindah ke alveoli.
  • Sebaliknya alveoli memiliki konsentrasi oksigen lebih tinggi sehingga oksigen dipindah ke sel darah.
  • Setelah itu karbondioksida dan uap air dikeluarkan lewat hidung.
Mekanisme ini selalu terjadi selama manusia masih hidup, sehingga bernafas menjadi salah satu ciri-ciri makhluk hidup. Adanya gangguan pada alveoli menyebabkan gangguan sistem pernafasan yang ditunjukkan dengan sesak nafas, nafas memburu, atau kesulitan bernafas. Perokok aktif biasanya memiliki gangguan ini.
sumber:https://dosenbiologi.com/manusia/sistem-ekskresi-paru-paru

Read More ->>

Struktur Kulit dan Fungsinya

Struktur Kulit dan Fungsinya

Kulit Menutupi seluruh tubuh dan melindunginya terhadap berbagai macam rangsangan dan kerusakan dari luar seperti halnya kehilangan kelembaban kulit. daerah permukaan kulit orang dewasa kurang lebih 1,6 m2. Ketebalan kulit bervariasi, tergantung usia, jenis kelamin, dan tempat. Umumnya kulit pria lebih tebal dibandingkan wanita. Tetapi wanita memiliki lapisan lemak subkutan yeng lebih tebal. Kulit pada kelopak mata merupakan bagian kulit paling tipis dan kulit telapak kaki adalah yang paling tebal. bobot kulit pria kurang lebih 4,8 kg dan 3,2 kg pada wanita.

Struktur Kulit
Kulit merupakan “selimut” yang menutupi permukaan tubuh dan memiliki fungsi utama sebagai pelindung dari berbagai macam gangguan dan rangsangan luar. Fungsi perlindungan ini terjadi melalui sejumlah mekanisme bioogis, seperti pembentukan lapisan tanduk secara terus menerus (keratinisasi dan pelepasan sel-sel yang sudah mati), respirasi dan pengaturan suhu tubuh, produksi sebum dan keringat, dan pembentukan pigmen melanin untuk melindungi kulit dari bahaya ultraviolet matahari, sebagai peraba dan perasa, serta pertahanan terhadap tekanan dan infeksi dari luar.

Kulit terbagi atas tiga lapisan, yaitu :

1. Epidermis (Kulit Ari)
Dengan ketebalan 0,16 mm pada pelupuk mata sampai 0,8 mm pada telapak tangan dan kaki. Epidermis merupakan lapisan kulit terluar yang berfungsi sebagai sawar dasar dari kulit (terhadap kehilangan air, elektrolit, dan nutrisi dari badan; terhadap bakteri, iritasi oleh zat kimia dan lain-lain) dan sawar terhadap penetrasi air dan substansi asing dari luar badan.
Dari sudut kosmetik, epidermis merupakan bagian kulit yang menarik karena kosmetik diakai pada epidermis itu. Meskipun ada beberapa jenis kosmetik yang digunakan sampai ke dermis, namun tetap penampilan epidermis yang menjadi tujuan utama. dengan kemajuan teknologi, dermis menjadi tujuan dalam kosmetik medik. Sel-sel epidermis ini disebut keratinosit.

Epidermis dari bagian terluar hingga ke dalam terdiri atas 5 bagian, yaitu :
a) Lapisan Tanduk (Statum Korneum)
Pada Stratum korneum terdapat lapisan permukaan pelindung dengan pH antara 4,5 - 6,5 yang disebut mantel asam yang terdiri dari asam laktat dan asam amino dikarboksilat dalam sekresi keringat dan tercampur dengan substansi lipoid dari sebasea. Jika terjadi perubahan drastic pada pH mantel ini dapat menyebabkan infeksi bakteri dan dapat terjadi berbagai macam penyakit kulit. Stratum korneum tersusun dari sel mati berkeratin berbentuk datar dan tersusun berlapis-lapis, serta diduga meruakan sawar kulit pokok terhadap kehilangan air. Bila kandungan air pada stratum korneum berkurang, maka kulit akan menjadi kering dan bersisik, dan apabila terjadi dehidasi sampai kira-kira di atas 10% akan menimbulkan celah dan akan membuka jalan bagi substansi iritan dan mikroorganisme masuk melalui kulit.

b) Lapisan Jernih ( Stratum Lusidum)
Disebut juga lapisan barrier. Stratum lusidum berindak sebagai sawar yang jelas dapat diperlihatkan hanya pada telapak kaki dan tangan.

c) Lapisan Berbutir-butir (Stratum Granulosum)
Stratum granulosum berpartisipasi aktif dalam proses keratinisasi, tetapi mekanismenya belum diketahui.

d) Lapisan Malphigi (Stratum Spinosum)
Stratum spinosum memiliki sel yang berbentuk kubus dan seperti berduri. Intinya besar dan oval. Setiap sel berisi filament-filamen kecil yang terdiri atas serabut protein. Cairan limfe masih ditemukan mengintari sel-sel dalam lapisan malphigi ini.

e) Lapisan Basal (Stratum Germaivum)
Padalapisan ini hanya tersusun oleh satu lapis sel-sel basal. Lapisan sel basal merupakan lapisan paling dalam dari epidermis dan membentk lapisan baru yang menyusun epidermis. Melanosit yang membentuk melanin (untuk pgmentasi kulit), terdapat dalam lapisan basal sepanjang stratumgermativum. Epidermis dihubungkan dengan lapisan bawahnya dengan sistem seperti papilla.

2. Dermis (Korium/Kutis/Kulit Jangat)
Berbeda dengan epidermis yang tersusun oleh sel-sel dalam berbagai bentuk dan keadaan, dermis terutama terdiri dari bahan dasar kolagen dan elastin yang berada di dalam substansi dasar yang bersifat koloid dan terbuat dari gelatin mukopolisakarida. Serabut kolagen dapat mencapai 72% dari keseluruhan berat kulit manusia bebas lemak. Di dalam deris terdapat adneksa-adneksa kulit seperti folikel rambut, papilla rambut, kelenjar keringat, saluran keringat, kelanjar sebasea, otot penegak rambut, ujung pembuluh darah dan ujung saraf, juga sebagian serabut lemak yang terdapat pada lapisan lemak bawah kulit (subkutis/hipodermis)
Dermis terutama terdiri dari jaringan non-seluler yang dihubungkan dengan serabut kolagen yang berasal dari fibrinosit. Dermis juga mengandung kelenjar keringat, kandungan rambut, dan kelenjar sebasea. Ekrin glandula sudorifera terdapat meliputi seluruh badan dan terutama bereaksi terhadap panas untuk membuat suatu asam (pH 4,5 – 5,5) dan larutan garam sebagai keringat.
Kelenjar sebasea membuka ke dalam kantung tambut membentuk lipoid yang kompleks yang sedikit hidrofil, secara perlahan dan tetap mengalir ke luar kulit. Apokrin adalah kelenjar keringat yang mengeluarkan suatu cairan seperti susu melalui kantung rambut pada kulit.

3. Subkutan atau Hipodermis
Lapisan ini terdapat di bawah dermis, mengandung jarigan adipose dalam jumlah besar. Hipodermis akan membentuk agregat dengan jaringan kolagensehingga terbentuk ikatan lentur antara struktur kulit pada bagian dalam dengan struktur kulit pada permukaan. Lapisan ini berfungsi sebagai protector panas dan mekanik.
Struktur kulit

Fungsi kulit secara umum adalah sebagai berikut :
  • Fungsi proteksi yaitu kulit berfungsi menjaga bagian dalam tubuh terhadap gangguan fisik atau mekanis.
  • Proteksi rangsangan kimia ini bisa terjadi karena sifat stratum korneum yang impermeabel terhadap beberapa zat kia dan air.
  • Sebagai regulator suhu tubuh dan tekanan.
  • Alat sekresi yang berperan dalam respon fisiologik maupn patologik, aantara lain dilakukan oleh kelenjar kerigat dan kelenjar sebasea.
  • Fungsi eksresi yaitu kelenjar-kelenjar kulit mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna lagi atau zat sisa metabolism dalam tubuh seperti NaCl, urea, asam urat, dan ammonia.
  • Fungsi pembentukan pigmen
  • Sebagai tempat pembentukan vitamin D
sumber:http://www.biologiedukasi.com/2015/03/struktur-kulit-dan-fungsinya.html




Read More ->>

Sistem Ekskresi, Struktur Ginjal dan Proses Pembentukan Urine

Sistem Ekskresi, Struktur Ginjal dan Proses Pembentukan Urine

Ginjal merupakan organ utama dalam mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme pada manusia dengan mengeluarkan air dan zat-zat sisa metabolisme

Ginjal memiliki fungsi antara lain sebagai berikut:

  1. Mengekskresikan zat sisa metabolisme seperti urea, asam urat, kreatin, dan zat yang bersifat racun bagi tubuh
  2. Mengatur volume plasma darah dan jumlah air di dalam tubuh
  3. Menjaga tekanan osmosis dengan cara mengatur eksresi garam-garam yang berlebihan di dalam tubuh
  4. Mengatur pH plasma dan cairan tubuh mengekskresikan urine yang bersifat basa
  5. Menghasilkan enzim tubuh yaitu renin dan eritropoetin.

Sruktur Ginjal

Ginjal memiliki struktur yang diselubungi suatu kapsul yang terbentuk dari jaringan serabut. Bagian luar ginjal dinamakan dengan korteks yang di dalamnya terdapat struktur yang dinamakan dengan medula. Bagian dalam ginjal terdapat ruang kosong yang dinamakan dengan pelvis.


sistem ekskresi
Lokasi ginjal berada di belakang tubuh
Nefron merupakan unit struktur dan fungsional terkecil dari ginjal yang berjumlah +- satu juta nefron per ginjal manusia. Setiap nefron terdiri dari badan malpighi yang mengandung glomerolus yang diselubungi oleh kapsula bowman.
Nefron memiliki dua unsur yaitu
1. Unsur pembuluh: arterial, glomerolus, arterial eferen, kapiler tubuler
2. Unsur epitel: kapsula bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, tubulus kontortus disatal, dan tubulus kolektifus

Lihat video(Struktur nefron dan proses pembentukan urine)

bagian-bagian ginjal
Ginjal dan bagian-bagiannya

Proses Pembentukan Urine

Ginjal merupakan tempat yang digunakan untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme dalam bentuk urine. Proses pembentukan urine melalui tiga tahapan yaitu melalui mekanisme filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi

1. Filtrasi(Penyaringan)

Proses pertama dalam pembentukan urine adalah proses filtrasi yaitu proses perpindahan cairan dari glomerolus menuju ke kapsula bowman dengan menembus membran filtrasi. Membran filtrasi terdiri dari tiga bagian utama yaitu:
1. Sel endotelium glomerolus
2. Membran basiler
3. Epitel kapsula bowman

Didalam glomerolus terjadi proses filtrasi sel-sel darah, trombosit dan protein agar tidak ikut dikeluarkan oleh ginjal. Hasil penyaringan di glomerolus akan menghasilkan urine primer yang memiliki kandungan elektrolit, kritaloid, ion Cl-, ion HCO3-, garam-garam, glukosa, natrium, kalium, dan asam amino.

Proses filtrasi pada glomerolus yang melibatkan pembuluh darah
Setelah terbentuk urine primer maka di dalam urine tersebut tidak lagi mengandung sel-sel darah, plasma darah, dan sebagian besar protein karena sudah mengalami proses filtrasi di glomerolus.

2. Reabsorpsi(Penyerapan Kembali)

Reabsorpsi merupkan proses yang kedua setelah terjadi filtrasi di glomerolus. Reabsorpsi merupakan proses perpindahan cairan dari tubulus renalis menuju ke pembuluh darah yang mengelilinginya yaitu kapiler peritubuler. Sel-sel tubulus renalis secara selektif mereabsorpsi zat-zat yang terdapat pada urine primer dimana terjadi reabsorpsi tergantung dengan kebutuhan. 
Zat-zat makanan yang yang terdapat di urine primer akan di reabsoprsi secara keseluruhan, sedangkan reabsorpsi garam-garam anorganik direabsorpsi tergantung jumlah garam-garam anorganik di dalam plasma darah. Proses reabsorpsi terjadi dibagian tubulus kontortus proksimal yang nantinya akan dihasilkan urine sekunder setelah setelah proses reabsorpsi selesai.
nefron
Bagian-bagian ginjal pada tubulus dan proses pembentukan urine
Proses reabsorpsi air di tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal. Proses reabsorpsi akan terjadi penyaringan asam amino, glukosa, asam asetoasetat, vitamin, garam-garam anorganik dan air. Setelah pembentukan urine sekunder maka di dalam urine sekunder sudah tidak memiliki kandungan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh lagi sehingga nantinya urine yang dibuang benar-benar memiliki kandungan zat yang tidak dibutuhkan tubuh manusia.

Proses reabsorpsi air

Reabsorpsi air yang dilakukan di bagian tubulus kontortus proksimal terjadi secara osmosis yang dinamakan dengan reabsorpsi obligat. Selain proses reabsorpsi air dilakukan di tubulus kontortus proksimal, proses rebasorpsi air juga terjadi di bagian tubulus kontortus distal yang terjadi dengan cara reabsorpsi fakultatif(reabsorpsi tergantung kebutuhan air yang dibutuhkan tubuh).

Rebasorpsi fakultatif terjadi jika tubuh manusia kekurangan air sehingga terjadi reabsorpsi dibagian tubulus kontortus distal. Mekanisme ini menggunakan bantuan hormon antideuretik(ADH) yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis.
hormon ADH
Proses reabsorpsi air yang melibatkan hormon antideuretik ( ADH )
Prinsip kerja hormon ADH adalah jika tubuh kekurangan air maka hormon ADH akan disekresikan supaya terjadi reabsorpsi air di tubulus kontortus distal, sedangkan jika tubuh kelebihan air maka kelenjar hipofisis tidak akan mensekresikan hormon ADH supaya tidak terjadi reabsorpsi air di tubulus kontortus distal.

3. Augmentasi(Penambahan kembali)

Augmentasi merupakan proses penambahan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh lagi ke dalam tubulus kontortus distal . penambahan zat-zat yang terjadi diantaranya adalah penambahan urea dan ion hidrogen.

Ion hidrogen sangat penting untuk menjaga keseimbangan pH dalam darah. Jika pH dalam darah mulai menurun maka akan terjadi sekresi ion hidrogen ke tubulus kontortus distal akan meningkat sampai didapatkan pH darah 7.3 sampai 7.4, sedangkan urine yang terbentuk akan memiliki pH 4.5 sampai 8.5. urine yang terbentuk setelah proses augmentasi dinamakan dengan urine sebenarnya yang nantinya akan di salurkan ke tubulus kolektivus dan selanjutnya di tampung sementara di kantung kemih.
sistem ekskresi
Setelah proses augmentasi maka urine sebenarnya
akan dibawa menuju ke kantung kemih

Belum Lengkap Jika Belum Membaca

sumber:http://www.biologiedukasi.com/2015/01/sistem-ekskresi-struktur-ginjal-dan.html
Read More ->>

Minggu, 11 Februari 2018

Volume Pernapasan

Volume Pernapasan




Volume Udara Pernapasan Paru - Paru

Volume udara pernapasan dapat diukur menggunakan respirometer. Secara garis besar, volume udara pernapasan dapat dibedakan menjadi enam sebagai berikut.

a. Volume tidal (tidal volume)

       yaitu volume udara pernapasan(inspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 500 cc (cm3) atau 500 mL.


b. Volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve volume) atau udara komplementer

yaitu volume udara yang masih dapat dimasukkan secara maksimal setelah bernapas (inspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 1.500 cc (cm3) atau 1.500 mL.

c. Volume cadangan ekspirasi (expiratory reserve volume) atau udara suplementer

yaitu volume udara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal setelah mengeluarkan napas (ekspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 1.500 cc (cm3) atau 1.500 mL.

d. Volume sisa/residu (residual volume)

yaitu volume udara yang masih tersisa di dalam paru-paru setelah mengeluarkan napas (ekspirasi) maksimal, yang besarnya lebih kurang 1.000 cc (cm3) atau 1.000 mL.

e. Kapasitas vital (vital capacity)

yaitu volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah melakukan inspirasi semaksimal mungkin juga, yang besarnya lebih kurang 3.500 cc (cm3) atau 3.500 mL. Jadi, kapasitas vital adalah jumlah dari volume tidal + volume cadangan inspirasi + volume cadangan ekspirasi.

f. Volume total paru-paru (total lung volume)

yaitu volume udara yang dapat ditampung paru-paru semaksimal mungkin, yang besarnya lebih kurang 4.500 cc (cm3) atau4.500 mL. Jadi, volume total paru-paru adalah jumlah dari volume sisa + kapasitas vital.

Secara ringkas, volume udara pernapasan pada manusia dapat dijelaskan melalui grafik pada Gambar 7.7 di bawah ini.







Dapat diketahui bahwa volume udara pernapasan setiap orang berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena setiap orang memiliki volume paru-paru yang berbeda-beda juga. Volume paru-paru selain dipengaruhi oleh faktor genetik, juga dipengaruhi oleh latihan. Para atlet, perenang, dan orang yang berlatih yoga memiliki volume paru-paru yang lebih besar. Demikian pula orang yang tinggal di dataran tinggi di mana kadar oksigennya rendah cenderung memiliki volume paru-paru yang lebih besar. Laki-laki pada umumnya memiliki volume paru-paru lebih besar dari wanita.

Dalam keadaan biasa, manusia mengisap dan mengeluarkan udara pernapasan kurang lebih 500 cc. Bila setengah liter ini telah diembuskan, maka dengan mengerutkan otot perut kuat-kuat, masih dapat mengembuskan satu setengah liter udara cadangan di dalam paru-paru.

Sebaliknya, sesudah menghirup udara setengah liter, kita masih dapat menghirup kuat-kuat satu setengah liter udara lagi. Jadi, jumlah udara yang terdapat dalam sistem pernapasan yaitu antara setengah dan tiga setengah liter. Jumlah udara pernapasan sekian itu dapat dimanfaatkan secara teratur oleh para olahragawan yang terlatih.



sumber:http://www.sentra-edukasi.com/2011/08/volume-udara-pernapasan-paru-paru.html#.WoEHsK6nGM8






sumber:https://www.youtube.com/watch?v=VXk2hvhMC4o

Read More ->>

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Laman

About Me

farhan nafiss
Lihat profil lengkapku

Followers